KLIK UNTUK NONTON
Pada era 1990-an, demokrasi di Indonesia mengalami berbagai tantangan signifikan. Meskipun pemilu diselenggarakan, dugaan korupsi, kontrol terhadap media, dan sistem peradilan yang tidak independen melemahkan klaim negara tentang masyarakat yang bebas. Salah satu contoh nyata adalah kasus Budiman Sudjatmiko, seorang aktivis muda yang menjadi simbol oposisi terhadap rezim Orde Baru. Sebagai pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD), Budiman ditangkap setelah peristiwa 27 Juli 1996 dan dijatuhi hukuman 13 tahun penjara atas tuduhan subversi. Selama persidangan, ia menolak untuk membela diri dan malah membacakan kritik selama empat jam terhadap pemerintah. Di akhir sidang, ia menolak mendengarkan putusan, namun tetap dijatuhi hukuman tersebut. Sebelum dibawa pergi, ia memanjat kendaraan polisi sebagai bentuk perlawanan simbolis.